magickan ilmu pendidikan
- Secara fakta banyak masyarakat menilai masih jauh dari penghidupan yang layak dan Pemerintah tidak serius menanggapi pendidikan
- Secara nyata masih banyak anak-anak yang belum bisa menikmati indahnya pendidikan dan Pemerintah yang di salahkan lagi
- secara realita banyak anak jalanan mengamen di jalanan demi sesuap nasi dan itu pun Pemerintah lagi yang di salahkan."menyedihkan apabila kita melihat anak kecil mengamen di jalanan, padahal seusia mereka seharusnya bisa menampilkan kreasinya di dalam Sekolahan dan bisa bercanda ria dengan teman-temannya."
Adakah dari kalian yang merasakan kesedihan tersebut??
Pasti sebagian dari kalian akan menjawab kasihan dan sedih. Tapi!! Yang di jadikan pertanyaan, jika dari kalian berkata seperti itu, adakah rasa simpati ataupun empati kepada mereka? ingat mereka tidak hanya membutuhkan kasihan dari kalian, akan tetapi kesadaran dan kepedulian dari kalian!!
Di dalam pendidikan juga membutuhkan kesadaran dan kepedulian, mengapa demikian??
Kita tidak boleh menyalahkan Pemerintah dalam memajukan dan mensejahterakan Pendidikan, akan tetapi kesadaran dan kepedulian antar sesama.
Bisa kita lihat juga secara fakta, nyata, dan realita Pemerintah telah mengupayakan Pendidikan agar semua masyarakat bisa menikmatinya semua, contohnya: Dana BOS, Perpustakaan keliling, tempat belajar nyaman, dll.
Saya sempat mengajukan beberapa pertanyaan kepada masyarakat yang kurang mampu:
- Mengapa anda tidak menyekolahkan anak anda seperti orang tua yang lainnya?
- Adakah usaha dari anda untuk berusaha mengoptimalkan sekolah gratis?
- mengapa anda mengatakan bahwa nasib anak anda akan sama seperti anda?
Dan jawaban dari masyarakat tersebut:
- Mencari makan saja susah apalagi buat membiayai anak sekolah.
- Saya hanya pasrah, percuma sekolah gratis kalau seragam sama buku masih harus membeli. Nantinya juga anak sama seperti saya tidak jauh-jauh beda.
- Pada kenyataannya memang begitu.
Inilah jawaban dari masyarakat yang memiliki pemikiran yang mundur dan takut untuk menghadapi segala sesuatu dan menanggapinya dengan tampang pasrah akan kehidupan. Saya berharap semua masyarakat tidak menanggapi ini hanya sebuah ketidak seriusan akan tetapi sebuah keseriusan untuk membangun Pendidikan yang kian berkembang. andaikan dari kalian semua mau memikirkan ini semua dengan keseriusan dan kemauan untuk menilik masyarakat yang kurang mampu, pasti mereka akan menerima kalian dengan wajah-wajah yang penuh dengan pengharapan. seperti hal-nya pengumpulan koin untuk anak jalanan dan diadakannya media pembelajaran di tempat masyarakat kurang mampu tersebut pasti nantinya akan banyak anak-anak kecil yang bisa menikmati indahnya Pendidikan.
Dalam hal ini jelas sangat terang bagaimana peran Pemerintah, Bapak Pendidikan, Guru, maupun Orang Tua dalam mengupayakan Pendidikan di Indonesia. Marilah kita bangun Pendidikan yang sebagaimana kita inginkan agar nantinya kita memiliki penerus-penerus bangsa yang mampu mengharumkan nama Indonesia tercinta ini. Magic-kan ilmu Pendidikan!!!!
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus